Sinopsis Film Zombieland: Double Tap: Buat Penggemar Setia!

cakra hudayaMarch 2, 2020

sinopsis zombieland

Berlatar pas 10 tahun sehabis angsuran perdananya, film Zombieland: Double Tap bawa kembali sutradara Ruben Fleischer serta menyatukan keempat pemeran orisinil; Jesse Eisenberg, Emma Stone, Abigail Breslin, serta Woody Harrelson. Mengasyikkan dengan bermacam komedi tidak terduga, namun lemah dihadapan ekspektasi’ 10 tahun’ lamanya.

Mengandalkan pemeran orisinil, film kedua menggambarkan Colombus( Eisenberg), Tallahassee( Harrelson), Wichita( Stone), serta Little Rock( Breslin) yang kesimpulannya bahu membahu bertahan hidup di era paska- apokalips zombie. Sepanjang 10 tahun, sukses mengkategorikan bermacam zombie serta kesimpulannya memilah buat tinggal di White House, kediaman presiden Amerika yang sudah terbengkalai.

Little Rock yang meningkat berusia mau berupaya perihal baru serta kesimpulannya kabur bersama Wichita yang khawatir berkomitmen dengan Colombus. Colombus kesimpulannya berjumpa dengan Maddison( Zoey Deutch) dimana mereka silih menggemari satu sama lain. Seluruh memburu kala Wichita kembali serta mengatakan Little Rock kabur. Kesimpulannya, mereka berempat kembali ke jalur buat mencari Little Rock.

Kembalinya Zombieland rasa lama

Sepanjang 4 tahun sehabis dirilis, Zombieland jadi film zombie terlaris di Amerika. Itupun sehabis World War Z melampaui pencapaian ini pada 2013. The Walking Dead yang tayang perdana pada tahun 2010 jadi standar baru buat hiburan berlatarkan zombie. Tetapi film pertamanya masih mengasyikkan ditonton sampai dikala ini.

Bisa jadi inilah yang membuat Fleishcer selaku sutradara dan penulis naskah Paul Wernick serta Rhett Reese membuat nuansa yang masih sama bila dibanding tadinya. Skema yang diambil juga tidak jauh berbeda dibanding film awal serta semacam film berjenis komedi yang lain; memakai bagian- bagian seperti sketsa.

Terdapat banyak jokes tentang peraturan- peraturan yang dipunyai Colombus supaya dapat bertahan hidup di dunia penuh zombie. Terdapat pula rujukan terhadap film awal yang dapat disaksikan pada adegan post credit( meski komedinya nampak usang dibanding kala awal kali disiarkan). Seluruhnya dicoba buat menegaskan kembali salah satu faktor berarti yang membedakan Zombieland dengan film yang lain.

Dengan 4 kepribadian kembali muncul, rasa nostalgia pasti saja dapat dialami. Penggemar dapat memandang para pemeran 10 tahun sehabis film awal serta tiap- tiap perubahannya, semacam Emma Stone yang bertransformasi jadi salah satu aktris terbaik peraih Oscar. Bonus kepribadian baru juga membagikan konflik yang baru, meski tidak sangat signifikan.

Tema keluarga, itu saja

Semacam mayoritas sekuel yang lain, Zombieland menggali lebih dalam ikatan antar‘ keluarga’ yang dipunyai oleh kuartet Colombus serta kawan- kawan. Perseteruan pacar Colombus serta Wichita serta pertengkaran‘ ayah- anak’ Tallahassee dengan Little Rock yang berkembang besar serta mau mencari hal- hal baru. Seluruhnya digabung pertemuan mereka dengan kepribadian baru yang bersama berjuang di tengah dunia zombie.

Pesan yang diberikan masih klise; sehabis 10 tahun, tidak terdapat yang sama. Apalagi para zombie yang tidak mempunyai otak juga bermutasi sehingga jadi lebih pintar serta lebih kokoh. Begitu pula dengan manusia. Dari dini sampai akhir ada pergantian serta dinamika kepribadian, walaupun dapat dibilang dengan pengembangan yang tidak sangat dalam.

Tetapi walaupun diselingi bermacam komedi, plot serta kedalaman cerita di film kedua sedikit hambar. Bukannya penyusutan, cuma sejalan dengan film awal yang meski tanpa cerita yang berat, tetapi senantiasa mengasyikkan buat ditonton. Jadi, masih dapat lucu buat ditonton nantinya di kala senggang.

Berartinya menciptakan rumah serta keluarga dapat jadi salah satunya pesan moral yang mau di informasikan Zombieland kedua. Tidak terdapat iktikad tersirat ataupun penggambaran kelas pekerja dari zombie yang berkeliaran. Mereka cuma makhluk tidak berotak serta digunakan jadi pembeda dibanding film komedi yang lain.

Romantisme film pertama

Zombieland 2 dapat dibilang suatu film komedi romantis berlatarkan zombie. Dinamika plot tidak sangat besar, nampak dari third act serta akhir yang biasa. Pengembangan cerita menunggu 10 tahun, disebutkan mutasi zombie buatnya lebih kokoh serta sulit buat dibunuh. Namun tampaknya tidak jadi bagian berarti buat plot.

Terdapat sebagian perihal baru yang ditawarkan, semacam setting di rumah kepresidenan Amerika, The White House, dengan sebagian rujukan di luar film. Gabungan penulis Wernick serta Reese yang ikut menghidupkan Deadpool 1 serta 2, memperkenalkan adegan aksi yang luar biasa. Tetapi yang lain terkesan stagnan serta tidak lebih baik dibanding film awal.

Kepribadian baru tidak memperoleh kedalaman cerita serta terkesan komikal. Semacam bonus Madison yang diperankan apik oleh Zoey Deutch, menggambarkan stereotip wanita blonde pada film- film parodi apokalips biasanya; tidak sangat pintar, suara melengking khas Valley Girl, serta cuma jadi obyek candaan. Seriously??!

Bisa jadi pula Zombieland tidak mau menaikkan beban benak pemirsa dengan plot yang susah. Sebagian besar komedi yang diberikan juga dapat diterima dengan gampang. Yang lain terkesan remeh serta tidak sangat mengena. Tetapi bagaikan film komedi yang bertujuan buat menghibur, a good laugh is enough, right?

Film Zombieland: Double Tap menyuguhkan komedi yang menghibur sejauh cerita. Terbuat buat penggemar, film ini lumayan mengasyikkan buat ditonton. Tetapi dengan kumpulan nama- nama besar di balik layar, penantian 10 tahun, ditambah kemunculan bermacam kepribadian baru, terdapat banyak ekspekasi besar yang membebani sehingga kandas mencapai kemampuan maksimalnya.

Categories

Leave a comment

Name *
Add a display name
Email *
Your email address will not be published
Website