Sinopsis Film Doctor Sleep

Berpuluh- puluh tahun sehabis The Shining( 1980), di masa reboot serta eksplorasi masa kemudian, film Doctor Sleep memperkenalkan inkarnasi yang mengasyikkan dari pendahulunya

cakra hudayaMarch 2, 2020Views Sinopsis Film Doctor Sleep

Sinopsis Film Doctor Sleep

Sinopsis Film Doctor Sleep – Berpuluh- puluh tahun sehabis The Shining( 1980), di masa reboot serta eksplorasi masa kemudian, film Doctor Sleep memperkenalkan inkarnasi yang mengasyikkan dari pendahulunya. Didukung oleh plot yang padat serta casting yang cocok, film ini juga tidak kurang ingat jadi ajang tamasya untuk penggemar The Shining serta Kubrick dengan rujukan serta kunjungan ke bermacam adegan ikonik.

31 tahun sehabis peristiwa di Hotel Overlook, Danny Torrance( Ewan McGregor) yang berkembang besar jadi seseorang alkoholik serta berkelana sejauh Amerika. Kesimpulannya ia hingga di kota Frazier serta berjumpa Billy Freeman. Ia kesimpulannya bekerja di suatu rumah sakit. Bergaul dengan kucing Azzie yang jadi tanda- tanda seorang hendak mati, serta menemukan julukan“ Dokter Tidur”.

8 tahun setelah itu, ia berjumpa Abra( Kyliegh Curran) yang pula mempunyai kekuatan telepati yang dijuluki“ The Shining”, sama semacam yang dipunyai Danny. Abra menarangkan kalau ia memandang sekelompok orang menewaskan The Shining yang lain. Bersama Abra, Danny juga mengalami kelompok tersebut, True Knot, yang dipandu oleh Rose the Hat( Rebecca Ferguson).

Kelanjutan novel, bukan film

The Shining memanglah terbuat bersumber pada novel karya Stephen King. Tetapi film ini– walaupun sangat terkenal– mempunyai perkaranya sendiri. King tidak menggemari tipe menyesuaikan diri Kubrick serta membuat versinya sendiri dalam wujud serial Televisi di ABC pada 1997. Serta sebagian tahun kemudian, ia menulis sekuel novelnya, berperan seolah- olah film tipe Kubrick tidak terdapat. Hingga lahirlah Doctor Sleep.

Pada film awal, kala Danny berjumpa dengan seseorang koki yang pula mempunyai kekuatan telepati, menunjukkan banyak orang yang memperoleh kekuatan ataupun diucap dengan The Shining. Serta kelompok True Knot ialah antagonis yang memburu serta menewaskan pengguna kekuatan tersebut.

Semenjak dini, Mike Flanagan yang jadi sutradara menarangkan kembali mitologi‘ The Shining’ kala menggambarkan apa yang terjalin pada Danny kecil. Sambil menghadirkan Rose the Hat serta kelompok True Knot- nya kala memangsa seseorang anak kecil owner kekuatan telepati. Dan Abra yang dikala itu berumur 5 tahun yang diperankan dengan sangat apik oleh Kyliegh Curran.

Fokus pada Danny yang diperankan oleh Ewan McGregor, film ini memanglah menciptakan horror yang menegangkan. Meski dapat dibilang belum sanggup mengalahkan ketakutan yang didatangkan oleh prekuel film tipe Kubrick, tetapi seperti film thriller supernatural yang berganti jadi cerita superhero pada babak ketiga.

Tamasya dunia The Shining Kubrick

Walaupun jelas- jelas King tidak menggemari menyesuaikan diri Kubrick, tidak dapat dipungkiri menyesuaikan diri film tersebut sudah jadi film klasik yang mengerikan buat ditonton sampai dikala ini. Dengan bermacam adegan ikonik film awal, Flanagan bawa pemirsa kembali mengingat maha karya Kubrick itu pada dini dan sebagian besar babak ketiga film.

Saat sebelum film Doctor Sleep terbuat, banyak penggemar yang skeptis dengan kedatangan film kedua. Tetapi Flanagan yang merangkap sutradara serta penulis sanggup memperkenalkan cerita yang fresh, dan horor serta thriller yang mengasyikkan buat ditonton.

Perbedaannya? Kala dunia Kubrick ialah riset klaustrofobia yang tertutup dalam ruang hotel Overlook beserta paranoid serta kegilaannya, Flanagan menciptakan drama multi kepribadian yang luas, berpindah- pindah, ekspansif, serta suram menjajaki fenomena sosial di masa ini; ketergantungan, permasalahan mental, dan tuntutan buat jadi sama.

Terdapat sebagian rujukan terhadap karya- karya Stephen King tadinya, semacam anak lenyap, atmosfer yang kelam masa 80- an, dan kucing( sangat disayangkan Azzie tidak memperoleh screentime yang banyak) semacam pada It 1 serta 2 sampai Pet Sematary( 2019).

Tidak hanya itu, pemilihan corak dan gambar- gambar simetris nampak di sejauh cerita. Kudos buat Michael Fimognari yang sanggup membagikan scene- scene mempesona, seperti sinematografi film awal rancangan John Alcott. Terdapat saat- saat dimana Flanagan membuat ulang foto serta adegan dari film The Shining buat memperkaya cerita.

Bukan tandingan horor Kubrick

Membuat suatu sekuel dengan sutradara serta banyak kepribadian baru tidaklah tugas gampang. Sekuel dengan sutradara baru kadangkala dikira keluar dari sisi asli kala film terbuat berbeda. Ataupun diucap peniru serta tidak memiliki karakteristik khas kala mengulang skemanya. Serta Doctor Sleep lumayan beruntung sebab Flanagan sanggup memperkenalkan plot yang fresh tetapi mempertahankan penampilan suksesornya.

Salah satunya kekurangan yang bisa jadi dialami pada film kedua merupakan horor yang tidak sangat mengerikan. Dimana salah satu wujud hantu ikonik malah dijadikan bahan candaan. Sangat berbeda bila dibanding dengan kreasi Kubrick kala memusatkan imajinasi King; menegangkan sampai di akhir cerita.

Untuk penggemar film awal, film ini tidak menakutkan. Bisa jadi Flanagan paham kalau berupaya buat mengalahkan Kubrick serta Jack Nicholson dalam membagikan horor yang mengerikan buat pemirsa tidaklah tugas gampang. Sebab itu, dapat dialami gimana cerita yang didatangkan mengedepankan kesan suram dari suasana serta ketegangan yang diberikan.

Bisa jadi diketahui bagaikan film yang lebih heartwarming dibanding karya Kubrick, tetapi menarangkan lebih banyak tentang kepribadian di dalamnya. Cerita yang solid, thriller mengasyikkan, serta bermacam rujukan terhadap scene ikonik edisi awal, film Doctor Sleep memanglah bukan tandingan dalam memperkenalkan horor pada pemirsa. Tetapi untuk yang mau mencari sekuel yang fresh, film ini pantas diperhitungkan.

Categories

Leave a comment

Name *
Add a display name
Email *
Your email address will not be published
Website