Sinopsis FIlm Charlie Angels

Kristen Stewart serta Naomi Scott bersama Ella Balinska jadi wajah baru dalam film Charlie’ s Angels

cakra hudayaMarch 1, 2020Views Sinopsis film charlie angels

Sinopsis FIlm Charlie Angels

Kristen Stewart serta Naomi Scott bersama Ella Balinska jadi wajah baru dalam film Charlie’ s Angels. Dengan Elizabeth Banks bagaikan sutradara, tipe terkini Angels mengulik pesan yang cocok dengan generasi dikala ini. Berharap membagikan hiburan yang lebih fresh, terdapat bermacam kekurangan yang buatnya tidak lebih baik dari edisi tadinya.

Charlie’ s Angels 2019 tidaklah remake, namun kelanjutan dari 2 film tadinya serta serial Televisi orisinil masa 70- an. Menarangkan tentang Townsend Agency yang mempekerjakan“ Angels”, mata- mata perempuan bergaya Kingsman, ke segala dunia. Tidak lagi dikepalai oleh“ Charlie”, mereka melapor pada mata- mata senior yang diketahui bagaikan“ Bosley”.

Bermula dari Sabina Wilson( Kristen Stewart) bagaikan mata- mata dengan diskusi“ Saya pikir perempuan dapat melaksanakan segalanya”. Bekerja sama dengan mantan agen mata- mata Inggris, MI- 6, Jane Ella Balinska, mereka menghabisi komplotan penggelapan duit. Sehabis misi berakhir, mereka juga kembali ke Bosley mereka sendiri.

Kemudian muncullah Elena, diperankan oleh Naomi Scott. Ia merupakan seseorang ilmuwan muda yang mengekspos terdapatnya kecurangan yang dicoba oleh perusahan tempatnya bekerja. Bersama Sabina serta Jane, Elena berupaya memecahkan kebusukan industri tersebut. Mereka dibantu oleh Bosley perempuan( Elizabeth Banks).

Kelanjutan plot Charlie’ s Angels

Elizabeth Banks jadi wujud berarti dalam pertumbuhan film. Tidak hanya jadi sutradara serta ikut mengambil kedudukan, aktris berumur 45 tahun ini juga muncul bagaikan penulis naskah. Tidak heran gimana inkarnasi terkini Angels nampak lebih unik dengan sudut pandang perempuan.

Memanglah, plot terbuat buat mengakomodir banyaknya pesan yang disisipkan di sejauh cerita. Seluruhnya disesuaikan dengan permasalahan serta isu yang tumbuh dalam sebagian tahun terakhir. Kesan feminisme jelas terasa. Tidak cuma fokus pada tiap- tiap kepribadian dengan perkaranya sendiri- sendiri, tetapi pula friendship among girls.

Gagasan dasar Charlie’ s Angels senantiasa sama; 3 perempuan memerangi kejahatan bagaikan bagian dari organisasi swasta yang dipunyai oleh‘ Charlie’. Tidak terdapat yang sempat tau siapa Charlie. Apalagi dalam tipe serial TV- nya, pemirsa cuma mendengar suara, memandang punggung, rambut, lengan, ataupun kaki. Tanpa sempat memandang wajah Charlie. Tetapi buat remake kali ini, terdapat gejala Charlie merupakan perempuan(?!!).

Bila tadinya trio Angels jadi satu kesatuan cerita, kali ini tiap kepribadian semacam mempunyai porsinya sendiri. Balinska yang atletis serta tegas dipersiapkan buat adegan aksi, sebaliknya Scott dengan ekspresi kartunnya memperkenalkan kesan komedi. Sebaliknya Kristen Stewart, dia nampak berhura- hura, semacam menciptakan dunianya sendiri di film komedi aksi ini.

Memperoleh kepribadian komikal yang sangat jarang, Stewart jadi kepribadian sangat menghibur dalam film ini. One liner yang fresh serta perpaduan kuat- menggoda tersaji dari dini sampai akhir. Mengarah klimaks, terdapat adegan mengejutkan timbul seketika. Seperti kala Scott bernyanyi di tengah- tengah film dalam Aladdin( 2019).

Perspektif Angels masa kini

Inkarnasi Televisi asli Charlie’ s Angels pernah jadi fenomena tahun 1970- an serta bertahan dalam jangka waktu yang lama. Sebagian berkat tipe perempuan dari mata- mata yang tidak sering diekspos, serta yang yang lain sebab sisi‘ seksi’ yang ditampilkan. Tokoh agen mata- mata ini kemudian ditampilkan dalam wujud lebih powerfull bersama Drew Barrymore, Cameron Diaz, serta Lucy Liu tahun 2000 dan sekuelnya 2003.

Sangat jelas gimana film ini diperuntukan buat perempuan muda. Tiap penjahat( terlebih, mayoritas laki- laki!) yang ditemukan acapkali konyol, sexist, serta merendahkan perempuan dalam bermacam metode. Tetapi tidak seluruh jatah terletak pada tempatnya. Acapkali awkward serta dipaksakan dengan beratnya pesan yang di informasikan.

Bisa jadi bagian sangat berarti dari tipe Banks merupakan gimana Angels tidak lagi fokus pamer sensualitas semacam banyak edisi terdahulunya. Dapat dibilang, pemilihan kostum mencerminkan sudut pandang perempuan bagaikan otak film ini. Cuma saja alibi serta intensi kostum Scott dalam third act pantas dipertanyakan. Diculik serta disuruh milih pakaian, okay. Sekaligus ke salon buat beresin rambut? Nope!

Jajaran pendukung? Soundtrack dari Ariana Grande, cameo pemeran serial Televisi otentik Michael Strahan, bermacam aktris/ atlet perempuan ternama di post credit, serta kepribadian yang timbul sedikit bagaikan love interest, serta hadirnya Noah Centineo siap jadi pencuci mata buat cewek- cewek yang nonton di bioskop.

Pesan dahulu, baru cerita

Edisi terkini ini sangat dibantu oleh jajaran pemeran mempesona yang membagikan kesan‘ tidak begitu kurang baik’ secara totalitas. Stewart tampak menawan, belum lagi aktris underrated Ella Balinska yang membagikan kesan baru. Tetapi yang yang lain tersendat- sendat dalam penyampaiannya.

Plot masih sama; 3 agen rahasia perempuan menyelamatkan dunia dengan gabungan kekuatan, kepintaran, serta wajah cantiknya. Sayangnya kali ini tidak mempunyai kemewahan serta aksi dibanding pendahulunya. Plot bukannya tanpa alur, tetapi bertatih- tatih dalam mengantarkan pesan‘ strong woman’ yang diperlihatkan dalam berberapa bagian sub- plot.

Baru duduk 2 kali di balik kamera, Banks kayaknya tidak sangat menyatu dengan adegan aksi. Set piece yang menarik di dini, kalah dengan editan- editan awkward. Dimana sejatinya Angels diakui sebab kekuatan serta seni bela dirinya, yang ironisnya lebih menempel pada geng Barrymore, Diaz, serta Liu.

Buat sasaran pemirsa, film ini lumayan menghibur. Menampilkan gimana perempuan sanggup berpegang teguh pilihannya sendiri, silih menunjang satu sama lain, serta tidak kalah dalam perihal apapun dari laki- laki. Pesan yang sangat menarik, sayang eksekusinya jauh dari kata sempurna.

Secara totalitas, cerita dapat dibilang bukan kekuatan terbanyak film Charlie’ s Angels. Di sisi kepribadian, Stewart bersinar dalam kedudukan yang lebih lepas. Dengan plot ala kadarnya, adegan aksi tidak sangat mempesona, terdapat banyak perihal yang dapat ditingkatkan. But if you still want to see‘ girl power’ movie kicking asses? Not bad.

Categories

Leave a comment

Name *
Add a display name
Email *
Your email address will not be published
Website